hujan selalu turun di ujung bulu mataku
karena tak dapat lagi ku sampaikan setiap rasa akanmu padamu
bukan karenamu
selalu ingin ku katakan setiap
keluhku kala bayangmu hadir
sipuku kala mengenangmu
tangisku setelah keluh dan sipu
harus ku urungkan semuanya
agar kau tak terganggu
aku harus menutup setiap perubahan raut wajahku di depanmu
di balik senyuman dan diam
agar kau tak memikirkanku
aku berpura-pura acuh
terkandang mngabaikan tanyamu
agar kau tak memperhatikanku
aku menatapmu diam-diam selalu stiap kau melangkah menjauh
hingga bayangmu benar-benar menghilang
mungkin kau tak tahu dan tak boleh tahu
jika aku bertanya padamu tentang kehidupan
itu murni diriku, bukan hati ku
hatiku sudah tak kanĀ bertanya-tanya lagi
tak usah khawatirkan aku…